Postingan

November Berlalu Agustus Menyambut

November berlalu๐Ÿ˜Œ Hey Agustus... ๐Ÿ˜’ Berapa hati telah engkau patahkan? Berapa luka telah engkau goreskan? Seberapa dalam paku harap engkau tancapkan? Seberapa manis glukosa yang kau suguhkan? Apakah itu yang bisa membuatmu puas menyembuhkan kecewamu? Apakah hal-hal seperti itu yang bisa membuatmu bangkit dari rasa sakit? Siapa yang mengecewakanmu? Siapa yang menyakitimu? Ya bisa jadi kaum hawa Tapi tidak bisa kemudian engkau membalaskan rasa kekesalanmu pada kaum hawa yang lainnya Yang tidak tau menau tentang kesakitanmu Mereka tidak selayaknya mendapatkan muntahan racun yang telah lama tertimbun dalam batinmu karena terinfeksi oleh kesakitan masa lalumu Kamu terlalu licik kali ini Pengecutmu adalah melangkah dan membiarkan korbanmu berjatuhan dalan ketidakjelasanmu Kelak kamu akan memahami kembali bahwa sekecil apapun bentuk balas dendam tidak akan pernah menjadi sikap yang terpuji

On a Journey (Desi Puspitasari)

Memangnya aku melarikan diri dari siapa? Aku hanya sedang menyibukkan diri. Saat itu musim gugur. Angin bertiup dingin dengan sedikit gelisah. Rasanya seperti ada yang salah , tetapi tidak tahu apa. Sehelai daun kering coklat bergulir pelan dijalan setapak. Bukan warna yang kontras , tetapi kau tau rasanya seperti... Seperti... Seperti apa ya? Rasanya seperti "sepi" Setiap orang yang datang pada akhirnya akan ditakdirkan pergi. Apa yang sedang kau cari? Apa yang kau hindari? Apa yang kau lakukan ketika kau sedang patah hati?  Selain menangis. Membaca buku. "Better read than sleep. Tidur hanya akan membuatku teringat akan hal-hal sedih maka bunuhlah dengan membaca. Toh aku bukanlah seorang penulis yang bisa mengendalikan tokoh-tokoh dalam ceritaku. Aku terlalu takut menghadapi kenyataan. Jangan pernah merasa sendirian bila sedang merasa sedih.

Bu Ibu Para Tetangga

Hai para tetangga? Apa sih sebenernya yang kalian mau? Apa sih salah aku sama kalian? Suka heran lho Begini salah begitu juga salah Semua-muanya dikomentari Mereka suka bilang hidup kok gak asik, temennya punya ini itu kok gak kepengen Temennya pada hutang bank kok sok-sokan gak ikutan Hello bu ibu para tetanggaku yang aku sayangi dan aku cintai Terimakasih lho sudah perhatian sama aku Terimakasih sudah peduli Hidup itu pilihan bu ibu Saya memang tidak suka "berhutang" Lebih baik saya menahan keinginan saya dari pada harus berhutang Saya lebih suka menabung kalau udah terkumpul baru beli apa sekiranya yang penting dan prioritas untuk saya Bukannya pelit untuk diri sendiri Cuma lebih memanage aja biar pengeluaran sebanding dengan pemasukan Saya lebih suka membeli sesuatu sesuai kemampuan saya dan saya tidak suka memaksakan diri untuk harus punya ini itu seperti teman-teman yang lain Itu salah satu prinsip hidup saya Jadi tolong hargai prinsip hidup o...

Sebuah Permohonan

Aku tau ini berat Aku harus pergi disaat semuanya serba nyaman untuk dijalani Saat hatiku sudah terlanjur jatuh mencintai apa yang aku kerjakan saat ini Tapi hidup adalah pilihan Pilihan untuk bertahan dan stuck atau melangkah dan berkembang Mumpung masih muda carilah pengalaman sebanyak-banyaknya. Carilah jaringan sebanyak-banyanya Carilah saudara sebanyak-banyaknya Perkuat dan perluaslah silaturahmi Insyallah Rizki-pun akan mengikuti atas izin Allah. Ketika panggilan hati sudah meraung Ikutilah kehendak hatimu Jangan kau ciderai dia Karena ketika kau mengikuti apa yang hatimu inginkan,  insyallah disitu kebahagiaan akan ikut menyertai. Mungkin ini adalah ujian dari Allah seberapa besar kamu mencintai dunia? Semua adalah pilihan Pilihanku adalah hijrah Maka temanilah langkah hijrahku Ku mohon

Berhati-hatilah

Berhati-hatilah Tahanlah ucapanmu Jika ucapan itu hanya akan menyakiti orang lain maka simpanlah saja Tuangkan pada kertas usang, lalu buanglah. Menahan diri dari menceritakan apapun kepada orang lain Karena tak semua orang bisa kita percaya Yang namanya teman atau sahabat juga manusia biasa, terkadang khilaf Maka berhati-hatilah saat bercerita Tahanlah untuk mengekspose kehidupanmu di sosial media Karena tak semua temanmu menyukainya Banyak yang penasaran dan "kepo" tentang hidup yang saat ini kita jalani bisa jadi itu salah satu bentuk perhatian mereka. Tapi alangkah lebih baiknya berhati-hatilah, karena tidak semua orang mampu memegang amanah mulut dengan baik. Kita tidak pernah tau hati dibalik senyum, sinis ataupun sikap biasa aja itu apakah sebuah ketulusan atau sebuah pengkhianatan. Maka berhati-hatilah. ๐Ÿ˜ƒ

Bulan Desember

Desember sudah berjalan, apa yang kamu tunggu? Bukankah hujan tak akan reda? Atau sengaja menunggu hingga musim kemarau tiba kembali. Apa yang pernah kamu ucap Bercandakan, seriuskah Jelaskan secara terang Supaya tak ada yang berharap pun tak ada yg memberi harap Janji, lagi-lagi kudengar janji terucap dari mulut yang berbeda Kuharap berbeda pula pertanggungjawabannya Ayolah Mulai melangkah bersama Kita susun tangga-tangga kehidupan yang lebih berarti Aku hanya butuh diyakinkan Karena tak mudah bagiku untuk menitipkan hati pada orang yang tak yakin dengan ketulusanku Tak mudah menitipkan fikiranku pada orang yang ragu terhadap kemampuanku Sudah, lelah, istirahatlah. ๐Ÿ˜ƒ

Akan Ada Saatnya

Jangan berharap kepada manusia, karena engkau akan kecewa. Berharaplah kepada Allah, niscaya tidak akan pernah kecewa. Jangan terlalu berharap pada mereka yang tidak jelas apa maksudnya mengutarakan rasa padamu dan tak memberi kejelasan tujuannya ada di kehidupanmu. Jangan mudah mempercayakan hatimu pada orang yang hanya menjajakan janji. Jangan sampai kecewa menghantammu dengan begitu sangat, karena mudahnya kamu membuka hati pada orang yang mengajakmu berkomitmen tanpa bukti. Seorang wanita memiliki hati yang dapat memaafkan tapi juga memiliki ingatan yang tidak dapat untuk melupakan. Ada beberapa kejadian yang cukup dikenang, tapi tidak untuk diulang. Akan ada saatnya, kita menemukan seseorang yang tidak kita cari, tapi dia hadir dalam hal-hal sederhana yang membuat kita bahagia. Percayalah, jika suatu hari nanti kamu menemukanku terlihat begitu bahagia. Sesungguhnya aku pernah mati-matian menyembuhkan luka, untuk merelakanmu bahagia bersamanya. Bila nanti, kita saling ...