Postingan

Sebuah Permohonan

Aku tau ini berat Aku harus pergi disaat semuanya serba nyaman untuk dijalani Saat hatiku sudah terlanjur jatuh mencintai apa yang aku kerjakan saat ini Tapi hidup adalah pilihan Pilihan untuk bertahan dan stuck atau melangkah dan berkembang Mumpung masih muda carilah pengalaman sebanyak-banyaknya. Carilah jaringan sebanyak-banyanya Carilah saudara sebanyak-banyaknya Perkuat dan perluaslah silaturahmi Insyallah Rizki-pun akan mengikuti atas izin Allah. Ketika panggilan hati sudah meraung Ikutilah kehendak hatimu Jangan kau ciderai dia Karena ketika kau mengikuti apa yang hatimu inginkan,  insyallah disitu kebahagiaan akan ikut menyertai. Mungkin ini adalah ujian dari Allah seberapa besar kamu mencintai dunia? Semua adalah pilihan Pilihanku adalah hijrah Maka temanilah langkah hijrahku Ku mohon

Berhati-hatilah

Berhati-hatilah Tahanlah ucapanmu Jika ucapan itu hanya akan menyakiti orang lain maka simpanlah saja Tuangkan pada kertas usang, lalu buanglah. Menahan diri dari menceritakan apapun kepada orang lain Karena tak semua orang bisa kita percaya Yang namanya teman atau sahabat juga manusia biasa, terkadang khilaf Maka berhati-hatilah saat bercerita Tahanlah untuk mengekspose kehidupanmu di sosial media Karena tak semua temanmu menyukainya Banyak yang penasaran dan "kepo" tentang hidup yang saat ini kita jalani bisa jadi itu salah satu bentuk perhatian mereka. Tapi alangkah lebih baiknya berhati-hatilah, karena tidak semua orang mampu memegang amanah mulut dengan baik. Kita tidak pernah tau hati dibalik senyum, sinis ataupun sikap biasa aja itu apakah sebuah ketulusan atau sebuah pengkhianatan. Maka berhati-hatilah. 😃

Bulan Desember

Desember sudah berjalan, apa yang kamu tunggu? Bukankah hujan tak akan reda? Atau sengaja menunggu hingga musim kemarau tiba kembali. Apa yang pernah kamu ucap Bercandakan, seriuskah Jelaskan secara terang Supaya tak ada yang berharap pun tak ada yg memberi harap Janji, lagi-lagi kudengar janji terucap dari mulut yang berbeda Kuharap berbeda pula pertanggungjawabannya Ayolah Mulai melangkah bersama Kita susun tangga-tangga kehidupan yang lebih berarti Aku hanya butuh diyakinkan Karena tak mudah bagiku untuk menitipkan hati pada orang yang tak yakin dengan ketulusanku Tak mudah menitipkan fikiranku pada orang yang ragu terhadap kemampuanku Sudah, lelah, istirahatlah. 😃

Akan Ada Saatnya

Jangan berharap kepada manusia, karena engkau akan kecewa. Berharaplah kepada Allah, niscaya tidak akan pernah kecewa. Jangan terlalu berharap pada mereka yang tidak jelas apa maksudnya mengutarakan rasa padamu dan tak memberi kejelasan tujuannya ada di kehidupanmu. Jangan mudah mempercayakan hatimu pada orang yang hanya menjajakan janji. Jangan sampai kecewa menghantammu dengan begitu sangat, karena mudahnya kamu membuka hati pada orang yang mengajakmu berkomitmen tanpa bukti. Seorang wanita memiliki hati yang dapat memaafkan tapi juga memiliki ingatan yang tidak dapat untuk melupakan. Ada beberapa kejadian yang cukup dikenang, tapi tidak untuk diulang. Akan ada saatnya, kita menemukan seseorang yang tidak kita cari, tapi dia hadir dalam hal-hal sederhana yang membuat kita bahagia. Percayalah, jika suatu hari nanti kamu menemukanku terlihat begitu bahagia. Sesungguhnya aku pernah mati-matian menyembuhkan luka, untuk merelakanmu bahagia bersamanya. Bila nanti, kita saling ...

Bukan Takdirku

Nyatanya jodoh itu segala sesuatunya mudah. Jika ia rumit, simple berarti bukan jodoh (@aksara.puisi) Sebaik-baiknya hati yang mencintai dengan hebat ialah bersedia mengikhlaskan kapan pun semesta akhirnya memisahkan. Kau tau apa yang lebih sunyi dari hening dini hari ? ialah perpisahan tanpa ungkapan dan lambaian tangan (@falen) Jangan pernah menyesal melepaskan seseorang yang bukan ditakdirkan untukmu, karena takdir Allah itu baik. Mungkin yang kamu sukai belum tentu terbaik menurut-Nya. Yang hilang akan terganti dengan yang lebih baik (@tausiyahku_) Aku belajar untuk bersabar atas segala persoalan yang sedang ku hadapi, karena aku percaya, Kesabaran itu akan membawaku pada sesuatu yang lebih baik (@tausiyahku_) Kunci Ikhlas itu putus harapan dari makhluk (@aagym) Apa kabar hati ? bisakah untuk saat ini kamu menerima tentang sebuah pelepasan ? Dia yang telah melepaskanmu, dan pun dia yang telah kamu lepaskan (@melodydalampuisi) Memenggal sejengkal kenangan...

SETIAMU SEBATAS UCAPAN

4 tahun lalu sempat ku dengar sebuah tanya "apa aku termasuk orang yang setia?"tanyamu saat itu aku hanya mampu menjawab "bisa jadi iya bisa jadi enggak" namun detik ini aku menjawab tegas "kesetiaanmu hanya sebatas ucapan" pantas kamu selalu ragu saat meyakinkanku nyatanya memang bukan aku yang bersanding denganmu bukan ? pernyataan-pernyataanmu selalu mengambang membuatku bimbang ragu untuk mengiyakan pun ragu untuk mengelak selalu yang keluar dariku "mungkin" atau "bisa jadi iya bisa jadi enggak" sikapmu yang membuatku ragu tapi aku bersyukur Allah masih melindungiku menjaga hatiku untuk tidak terlalu jatuh yang aku tau sikapmu lunak tak hanya kepadaku tetapi kepada rekan wanitamu yang lainpun seperti itu itu kenapa aku tak bisa melunak saat meresponmu aku hanya menjaga sikap supaya tidak terjadi kesalahpahaman akupun masih ingat pesanmu "cukup aku dan kamu yang tahu tentang kita" meski sejujurnya ak...

Mbah Kung Mbah Uti Semangaku

Fokus dengan target yang pernah kamu tuliskan di dinding kamar kostan zaman kuliah dulu. Ada banyak target yang hendak dicapai. Ada yang sudah tercapai dan berjalan namun masih ada yang perlu diperjuangkan. Teringat pesan mbah utiku tersayang “nduk segala sesuatu yang berarti itu ndak bisa didapat hanya dengan pasrah, tapi perlu untuk diperjuangkan. Kudu kuat menghadapi tantangan di depan”. Zaman mbah kung masih hidup aku pernah menghadapi hal yang sama. Tapi mbah kung meyakinkanku bahwa gak ada yang gak mungkin, kalau kita yakin Allah pasti kasih jalan. Dan benar adanya hanya bermodalkan niat, nekad dan yakin Alhamdulillah aku lolos SNMPTN kala itu. Orang pertama yang aku peluk adalah mbah kungku. Orang yang berhasil meyakinkanku dan menanamkan sebuah keyakinan dalam hatiku bahwa aku mampu melakukan itu. Orang kedua yang aku peluk adalah ibuku. Sifat melankolis beliau mampu meluluhlantahkan hatiku sehingga menjadi semangat positif yang berujung pada sikap optimis.   ...