Postingan

Kemana ?

Bismillah, Menapakai jalan yang becabang Membuat ketetapan hati goyah tiba tiba Kemana arah langkah kaki ini akan menapaki hari hari Keinginan menjadi penulis Bekal yang kurang, membuatku menghentikan langkah Penulis yang kuingini adalah penulis sastra yang punya nilai seni tinggi Penulis yang berbau sejarah, perjuangan, keagamaan, adat istiadat Tulisan yang berbobot dan memiliki nilai pelajaran yang ada dalam bayanganku Referensi bacaanku yang tak mampu menyeimbangi keinginanku Keinginan menjadi dosen Minimal pendidikan s2, tanpa beasiswa tak mampu menembus jenjang itu karena keterbatasan biaya Beasiswa tak dapat pula ku gapai karena keterbatasan toefl ku yang hanya menembus score 360, sungguh parah, dan sempat membuatku terpuruk berhari hari Keinginan terjun di dunia sosial Berusaha menapaki jalan baru dengan tantangan yang real di lapang Namun apalah dayaku sebagai makhluk yang penuh dengan keterbatsan yang tak mampu melewati jembatan cobaan ...
Kesempatan itu datang, menyapaku dengan hangat melambaikan tangan seakan memanggil nuraniku empati itu mulai terbangun memberontak mengharap tercipta sebuah perubahan tekad kuat, keingintahuan yang terus bergejolak mendorong kemauan untuk bangkit dari mati surinya semangat membangun Klaten, 14 November 2014 Nida Asywaq
Bahasa sastra yang rumit itu penuh tantangan tapi sangat mengasikan Karena fikiran bebas untuk menafsirkan Bukan memenjarakan kita pada satu jalan Kreatifitas itu harus diasah Bukan dikekang dalam satu naungan Jangan mengatakan menulis itu sulit Menulis itu mudah, Membacalah, bacalah sebanyak - banyak kau mampu membacanya Dengan membaca kreatifitas dan imajinasimu akan terangsang sendiri Pena yang tadinya malas Akan bersemangat menghiasi kertas putimu, meliuk -liuk menari dengan riang Karena bahagia, bisa menuangkan apa yang dirasa Apa yang difikirkan hingga tinta menempel dan mengering disana Menyimpan segala memori yang tak sanggup tuk disimpan dalam memori diri Sragen, 5 Oktober 2014 Nida Asywaq Tiada yang salah dengan membaca Dari membaca Intuisiku bangkit dan memulai memainkan pena Menguasai imajinasi penuh harapan menuju kebebasan berfikir Sragen, 7 Oktober 2014 Nida Asywaq
Bukankah kesempatan itu ada karena adanya peluang ?? Saat celah kesempatan itu tersumbat baik sengaja atau tidak Sebisa mungkin akan k sumbat celah menyakitkan itu Untuk apa kalian menelan madu dalam lautan racun mematikan, tiada guna Ku harap peluang kesakitan itu tidak menghampirimu, kawan Karena aku peduli Sragen, 5 Oktober 2014 Nida Asywaq
Tak usah bercakap hatimu tengah singgah Jika kini hatimu masih saja berkelana Tak usah terburu - buru jika dirasa hati belum mantap Tak usah banyak bercakap kata - kata yang murah untuk diobral Karena wanita hanya butuh kepastian Karena wanita bukanlah jemuran Yang seenak hati digantung - gantung Wanita juga bukan tempat parkir yang sementara waktu bisa disinggahi Dan setiap waktu ditinggalkan untuk menjelajah kehati yang lain Sragen, 5 Oktober 2014 Nida Asywaq
Terkadangpun seorang yang peka kehilangan rasa (sensitifitas) Begitu jugapun seorang yang perasa yang kehilangan peka Bukankah seharusnya saling berdampingan untuk saling melengkapi ? Mungkin waktunya untuk kembali menengok sejenak, Introspeksi diri, bukan pada sekitar (orang/lingkungan) tapi lebih kepada cermin diri Sragen, 18 September 2014 Nida Asywaq
Teringat sebuah nama Teringat sebuah peristiwa Nama yang tak asing saat aku buka kembali buku - buku yang bercerita sejarah masa itu Masa dimana antara strategi dan sebuah pengkhianatan sekan samar terlihat Sragen, 18 September 2014 NiDa Asywaq