Postingan

GEJOLAK TANYA DALAM HENING

Oleh: Nida Asywaq (nama pena) Perlahan segala tanya menyeruak Merasuki jiwa dengan penuh gejolak Sunyinya malam mulai menyapaku dalam gempita Ku coba berdiskusi dengannya Apa yang terjadi dengan hati ? jiwa membuka dialog sepi Hening yang menghantarkanku tuk menafsirkan kata Hei, jiwa yang kosong... kenapa engkau masih saja sendiri? Apa kau tak rasa resah gelisah dalam dadamu ? Aku tak pernah merasa sendiri dalam sepi ini DIA, sang pemilik hidup masih setia menemani Selalu ada dimana titik kesunyian itu tengah diujung kegelisahan Menanti hati berbincang kepada-Nya dalam do’a Tak kan kubiarkan sepi ini merantai hari-hariku Meracuni setiap refleksi keheningan jiwa Tak kan kuratapi lagi kesendirianku Keyakinanku pada-Nya membuatku tenang                                   ...

Bingkisan Kamuflase Cinta

Oleh: Nida Asywaq (nama pena) Hati yang tergadaikan Hanya mencipta sebuah kepalsuan Noda-noda bias rasa itu seakan tersamar Mulai menutup katup hati yang tengah terpikat Perang batin yang menjelma masih terasa Menjadikan benci itu kembali menyeruak Jiwa mencoba menelisik Menautkan rasa yang termiliki Namun, Dalam diam itu kutemui dusta yang tersimpan rapi Saat rasa hanyalah sebuah kamuflase belaka Seakan terkemas sempurna dalam bingkai permainan Saat kepalsuan mulai merekah dalam hening Pernahkah engkau merasai, ada jiwa yang meratap pilu Terasa hampa karna hati tak lagi bersua Kesemuan silih berganti Mempermainkan sang pemilik hati Mencoba menelaah lebih dalam sebuah asa Namun yang kutemui tetaplah kamuflase cinta tak bertepi (Surakarta, 29 April 2014)   Salah satu naskah puisi terpilih dalam event "kamuflase" yang diselenggarakan dan diterbitkan oleh Pena House

BERSELIMUT RINDU

Oleh : Nida Asywaq (nama pena) Bisikan rindu penuh misteri Tersimpan rapi pada lorong tergelap Kini mencipta rasa tiada berujung Sepi senyap dalam relung hati terdalam Menyimpan tanda tanya besar Perasaan apa kini ku pendam dalam-dalam ? Kenapa raga seakan kehilangan jiwa Yang selama ini bersemayam penuh harap Seperti ruang kosong tak berpenghuni Kerinduan tengah memenjarakan rasa dalam batinku Rindu akan keteduhan hati Juga tutur kata penuh irama dengan tatanan indah Ku titipkan rasa rindu dalam setiap lantunan do’aku Seperti belengu yang kian memberontak Menahan segala tangis penuh kerinduan Namun seakan alam tak perpihak dengan keinginan hati Semua bersatu membalas penuh ketidakadilan Aku memendam rasa ini dalam dekapan rindu Seakan terkemas rapi dalam kotak kalbu Akankah sang hati merasa getaran rindu di jiwaku ( Surakarta, 11 Februari 2014 ) Salah satu puisi yang lolos sebagai kontributor event "rindu rahasia" yang diterbi...

Menjaga Hati

yang diharapkan siapa, yang datang siapa ya begitulah jika kita berharap kepada manusia yang dinanti siapa, tiba-tiba yang nongol berbeda tak seperti yang diharapkan terkadang kita mungkin lupa prinsip pertemanan dan sebuah kenyamanan berteman tanpa sebuah kenyamanan itu serasa jiwa yang gersang disini sebuah hati sebenarnya sudah menjatuhkan pada pilihan yang diyakini namun sebuah hati yang suci tak akan sesumbar sebelum Rabb nya menjatuhkan takdir untuknya untuk menjaga hati, diam adalah labuhan yang sangat menyejukkan lebih baik memendam dalam-dalam hingga Allah telah menjatuhkan pilihan diwaktu yang tepat dan dengan orang yang tepat pula

Untuk 'dia' yang penuh kesalahfahaman

rasa sakit, tak seharusnya berbalas menyakiti dari segores lukisan gambar yang terpampang nyata didepan mata membuktikan permainan luka tengah dimulai sebuah kesalahfahaman yang tersulut ketidakmengertian membuat sebuah hati menjadi brutal dan membabi buta tiada batas membenci, dan mencoba membalas sakit yang kau peroleh aku mencoba untuk tak memperdulikkan aku mencoba tegar, berdiri dalam tikaman badai yang kau tiupkan seperti kupu-kupu yang tengah kehilangan kepalanya tiada arah yang dituju, empat sayap terus mengepakkan sayap namun, tanpa kesempurnaan arah senyum yang pernah ku rasai, tak lagi dapat kugengam kehangatan sapaan tak lagi menyapa justru goresan luka itu terus tercipta penuh dengan lumuran darah kesakitan aku tak pernah merasa damai jika bersama, aku merasakan kebersamaan semu, saling menyakiti dan saling tikam tanpa ampun hingga akhirnya akupun menyerah dan pasrah untuk merelakan pergi dengan menyisakan kebencian terhadap diri ini aku tak pernah ...

Ayah :)

Ayah adalah laki-laki terhebat yang pernah aku temui selalu nampak tegar dihadapanku, sekalipun masalah silih berganti menyapa hari-harinya Ayah, hingga kini aku belum menemukan laki-laki yang melebihi ayah itu kenapa aku masih mengunci hatiku rapat-rapat Ayah, banyak sekali ujian datang menyapa tapi tak pernah aku melihat air matamu menetes Ayah, kenapa aku tak bisa sepertimu ? tegar dihadapan semua orang meski hatimu mungkin cukup lelah Ayah, kasihmu kepadaku sungguh tak bisa aku bayangkan kapan aku bisa membalas semua itu Bekerja keras tak kenal lelah, membanting tulang hingga terkadang lupa merawat diri Ayah, ingin sekali aku meringankan bebanmu, namun aku tak kuasa... aku tak sekuat engkau Ayah, ingin aku berada didekatmu dan mendengarkan keluh kesahmu, namun aku hanyalah seorang anak yang mempunyai banyak keterbatasan... Aku adalah seorang yang sangat perasa, sangat sensitif tapi aku tak punya cukup banyak kepekaan Ayah, maafkan aku, hingga kini aku belum bisa men...

Untuk si O's

Boleh jadi kita telah kehilangan sesuatu, jauh2 hari sebelum sesuatu itu benar2 pergi, menghilang dari kehidupan kita. Dan boleh jadi, kitalah yang menyebabkan hilangnya sesuatu itu, karena tidak peduli, tidak merasa penting. *Tere Liye Terimakasih untuk kalian para darah O, kalian yang selalu mendinginkan aku. Kalian yang terus mencoba dan tak henti untuk tetap memperhatikan aku, meski aku selalu bersikap cuek. Untuk kakakku tercinta terimakasih selalu ada disaat aku terpuruk, selalu menegakkan aku disaat aku mulai rapuh. Terimakasih untuk semua nasehat-nasehatnya. Aku belajar banyak dari sosok dirimu, yang selalu apa adanya, selalu enjoy menjalani hidup. Bukan teori yang kamu ajarkan untuk aku, tapi tindakan, sikap, cara menyikapi masalah, bagaimana menempatkan diri, ya semua aplikasi yang patut untuk dicontoh dan diteladani. O yang kedua, sosok yang selalu sok kuat tapi sebenarnya juga butuh sandaran untuk menguatkan dirinya. O yang ini luar biasa kepekaannya,...