Postingan

dipertigaan jalan

Serasa sedang berdiri dipertigaan jalan hidup Tak tau harus reting ke kanan ataukah ke kiri Kanan ataupun kiri sama saja memberikan kebermanfaatan Hanya saja hatiku berat sebelah Satu sisi, jiwaku masih disana Karna semakin aku menjauh, Semakin aku merindukan masa-masa itu Tapi aku bukanlah siapa-siapa disana Dan aku tak punya hak apa-apa untuk tetap bertahan disana Sisi yang lain, semua orang ingin keberadaanya diakui namun aku merasa tak ada pengakuan aku ada diantara mereka aku hanya dianggap sebutir debu yang tak banyak memberi perubahan aku hanyalah orang yang tak faham akan apa yang sering mereka perdebatkan entah... entah karena ketidaktahuanku ataupun karna memang aku tak berati dimata mereka aku sudah berulang kali mencoba terjun dalam dunia mereka mencoba untuk memahami dan mempelajari mereka namun aku hanyalah manusia biasa yang kemampuanya hanyalah terbatas hingga akhirnya kini ku dirundung kegalauan untuk menentukan pilihan jalan m...

Batas penantian

Batas penantian tengah berakhir Lelah jika hanya menunggu sebuah ketidakpastian Jangan mencoba memberi penawaran diakhir Karna sama saja menjadikannya rekomendasi terakhir Mencobalah untuk menghargai orang lain Jangan pernah mencoba menggantungkan mimpi seseorang Karna anda bukanlah penentu jalan hidup seseorang Ketika menghendaki sesuatu jangan pernah ragu tuk mengatakannya Jika anda benar-benar menginginkannya katakanlah iya Dan jika anda tidak menginginkanya maka katakanlah tidak Hidup ini perlu ketegasan Sesuatu harus dinyatakan dengan tegas Bukan hanya sekedar pernyataan orang yang tak berpendirian

Dipersimpangan jalan

Dipersimpangan jalan ini, Mungkin kita akan berpisah Menapaki jalan kita masing-masing Dan jika memang persimpangan amanah ini adalah akhir dari kebersamaan ini Biarkan aku menyendiri Menikmati kesunyian sebisa aku untuk menjalaninya Agar ku bisa dan terbiasa sendiri dalam tenang ataupun kacau Jangan mencoba mengusikku Aku hanya ingin sendiri Amanah baru kalian lebih utama jika dibandingkan aku Terimakasih pernah ada dalam hidupku Kalian mengajariku arti kebersamaan Meski kini harus terpisahkan
hujan di sore hari mengingatkan ku tentang sesuatu... tetesan air kesejukan yang membasahi tubuh kita serangan air yang terus bertubi-tubi aku merasakan tubuhku mulai melemah tapi senyuman mu hadir menguatkan ku tanganmu mulai merangkul tubuhku yang semakin tak berdaya kau selalu melindungi ragaku sobat begitu banyak pengorbanan yang telah kau curahkan untukku tak hanya sekedar sahabat bagiku tapi sosok kakak yang penyabar, perhatian dan penyayang kau tak anggap aku orang lain tapi kau perlakukan aku sebagai adik aku mencintaimu kakak sore itu kubuka kertas usang yang tengah terkoyak kertas itu darimu, tulisanmu dan ungkapanmu berapa taun yang lalu saat itu kita bertengkar hanya masalah yang konyol dan sangat sepele aku merasakan kecemburuan teramat dalam saat perhatianmu tengah teralihkan yang lain permintaan maafmu sungguh membuatku merasakan perihnya hati yang tengah teriris oleh sikap egoku aku tetap tak mempedulikan ungkapan maafmu aku masih saja dengan ...

Mimpi-Harapan

mimpi dan harapan yang selalu kita torehkan dalam goresan-goresan tinta yang tertempel erat dalam dinding-dinding tembok kamar yang selalu terbaca saat mata ingin terlelap mimpi, harapan dan angan yang lekat erat dalam fikiran yang merasuk dalam jiwa-jiwa sang pemimpi yang selalu hidup dalam sanu bari targetan yang selalu kita ucap keinginginan yang ada dalam angan kemauan yang berasal dari palung hati keyakinan yang ada dalam alam bawah sadar kita semua mimpi, harapan dan cita-cita itu... menggantung melayang terapung mengharapkan kita segera mengejarnya meski langkah kaki mulai terseok-seok mengharapkan kita untuk berlari lebih kencang meski lelah, letih, capek yang terasa dan mengiringi langkah kita perjuangan ini mungkin akan sulit mungkin akan ada pengorbanan mungkin juga akan ada yang terkorban dan bersiaplah untuk semua konsekuensi yang ada puncak kejayaan itu membutuhkan energi yang lebih untuk mendaki hingga puncak tertinggi begitu juga dengan mim...

TUA itu Takdir DEWASA itu Pilihan

  Seorang anak kecil bermain di taman rumahnya. Sampai akhirnya ia merasa lelah dan berbaring dibawah pohon yang rindang. Saat tengah berbaring, tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah benda yang bergerak-gerak di sebatang dahan. Ia segera bangkit, mendekati dan kemudian mengamati benda tersebut, yang ternyata adalah sebuah kepompong kupu-kupu. Calon kupu-kupu yang berada dalam kepompong itu menggeliat berusaha keluar. Namun karena lubang pada kepompong terlalu kecil, membuat calon kupu-kupu itu kesulitan untuk keluar. Setelah sekian waktu mengeliat-geliat, kupu-kupu itu terdiam sejenak. Mungkin istirahat karena kecapaian. Anak kecil yang sedari tadi mengamati kejadian itu merasa iba melihatnya. Dengan tekat ingin menolong sang kupu-kupu, anak itu berlari kerumahnya dan mengambil gunting, kemudian kembali ke kepompong itu. Dengan penuh kehati-hatian, sang anak membedah kepompong itu dengan guntingnya sehingga akhirnya kulit itu terbuka. Anak itu merasa lega. Namun dia merasa ...